Twitter FaceBook
Home
Jan
14
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Definisi

Retinitis pigmentosa (RP) merupakan kelainan yang bersifat genetik herediter, dengan gejala buta senja, perubahan pigmen retina, dan menyempitnya lapang pandang berakhir dengan hilangnya penglihatan.

Epidemiologi

Retinitis pigmentosa mempengaruhi 1 dari 5000 penduduk di seluruh dunia. Usia penderita RP biasanya didiagnosis pada masa dewasa muda, meskipun dapat juga ditemukan pada masa kanak-kanak hingga pertengahan usia 30-an sampai 50-an.

Etiologi

Kematian fotoreseptor yang disebabkan oleh defek molekuler pada lebih dari seratus gen yang berbeda, diantaranya :
– X-linked  RP → Mutasi gen RPGR.
– Autosomal dominant RP → Mutasi  “the gene for rhodopsin” (gen pembentuk rhodopsin/red photopigment)
Autosomal recessive RP → Mutasi pada gen beta-phosphodiesterase

Patofisiologi

Retinitis pigmentosa secara khas dipercaya sebagai suatu distrofi sel batang-kerucut dimana defek genetik menyebabkan apoptosis, sebagian besar di fotoreseptor sel batang; sebagian kecil, defek genetik memengaruhi retinal pigment epithelium (RPE) dan fotoreseptor sel kerucut. Akhir dari retinitis pigmentosa adalah  kematian  secara khas fotoreseptor sel batang yang cenderung menyebabkan kehilangan penglihatan. Karena sel batang paling banyak ditemukan di midperipheral retina, maka hilangnya sel di daerah ini akan menyebabkan hilangnya penglihatan tepi (peripheral vision loss) dan hilangnya penglihatan malam hari (night vision loss).

pipit Fitria Nugraha Aini piet
14:36
 
Aug
9
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Haloo….

Lama ga ngeblog. Maklum dua bulan ini sibuk sama skripsi. Dan… Ngomong-ngomong soal skripsi. Kemaren adalah hari bersejarah bagi tahapan cita-citaku loh…
Yupp! Kemaren adalah hari dimana aku harus menghadapi ujian skripsi alias kompre. Berhadapan dengan dosen penguji yang gelarnya professor, apalagi penelitian skripsi yang aku angkat ini adalah bidang kesukaan beliau 😥 , jadi pertanyaannya buanyaaakkkk bgt ! Tapi alhamdulillah.. bisa jawab semua pertanyaan dengan berbagai cara :p

Bagi mahasiswa, skripsi merupakan momok yang menakutkan ! Gimana enggak.. Tiap hari kita dibikin stress gara-gara kehabisan ide dsb. Karenanya kita jadi sensitif. Jadi gampang marah. Jadi berantem sama pacar. Jadi tambah ga bisa mikir. Jadi tambah molor nyelesein skripsi. Jadi diomelin ortu. Jadi tambah stres. Jadi tambah ogah-ogahan deh mikir skripsinya 😀

Yahhh… Apa pun itu, semuanya adalah bagian dari proses kita menuju tingkat yang lebih tinggi dan insyaAllah lebih baik. Tinggal bagaimana kita bisa bertahan dan melalui itu semua.

Finally, 15 Agustus 2011 nanti. Nama saya resmi : Fitria Nugraha Aini, S.Ked
Sebuah hadiah kecil untuk Ibuk, Bapak, Mbah yi, dan *Kamu.. 🙂

pipit Fitria Nugraha Aini piet
3:06
 
May
20
pipit Fitria Nugraha Aini piet

Home sweet home.. 🙂

Awalnya saya hendak menulis tentang rumah impian “saya”. Tapi, berhubung tiba-tiba saya merasa sangat egois jika bermimpi sendiri tentang rumah yang nantinya akan saya tinggali bersama suami dan anak-anak kami, maka tulisan ini akan berisikan tentang rumah impian “kami” :).

Yapp, beberapa hari kemarin saya dan si tukang kunci semalaman browsing dan sharing konsep, eksterior sampai interior rumah impian kami. Dan dari kesimpulan yang bisa saya dapatkan, ternyata selera kami tentang rumah tidak jauh berbeda. Kami sama-sama ingin mempunyai rumah dengan konsep rumah keluarga, maksudnya rumah yang benar-benar nyaman untuk istirahat, dan berkumpul dengan keluarga. Tempat yang lebih menyenangkan untuk menghabiskan waktu daripada di mall, kantor, dan tempat-tempat yang lain Bukan hanya sebagai tempat mampir setelah kerja, atau tempat mampir makan dan tidur saja. Mungkin yang sedikit berbeda adalah si tukang kunci lebih suka dengan konsep klasik sedangkan saya lebih suka yang simpel dan modern. Jadi, inilah rumah impian kami :Klasik, tapi tidak terlihat sebagai rumah kuno. Saya suka dengan rumah yang mempunyai banyak jendela. Selain memang dari segi ventilasi yang baik untuk kesehatan, jendela yang banyak dan lebar akan membuat rumah terasa lebih luas karena kita bisa memandang bebas ke arah luar. Akan sangat membantu menyegarkan pikiran kita jika kita bisa melihat ke arah kebun atau kolam ikan kita dari dalam rumah. Halaman rumah tidak perlu yang terlalu banyak tanaman, bukan karena saya tidak suka berkebun, saya lebih suka taman yang simpel dengan rumput-rumput hijau yang tertata rapi dengan beberapa tanaman dan bunga yang awet tidak mudah layu.

Rumah impian kami ini memiliki dua lantai. Lantai satu berisi ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan kamar tamu. Lantai satu akan menjadi jantung dalam rumah kami, karena sebagian besar aktivitas keluarga akan banyak dilakukan di lantai satu ini, jadi kami memilih interior dengan konsep simpel dan cozy.

Ruang tamu didesain klasik sederhana dengan meja kayu di tengahnya. Sofa yang dipilih dengan harapan akan membuat tamu merasa lebih nyaman berada di rumah kami. Interior lain yang dipilih seperti lampu berdiri dan lukisan akan menyeimbangkan kesan klasik namun simpel.

Sedangkan untuk ruang keluarga, kesan cozy tetap kami pertahankan. Ruang keluarga inilah yang nantinya menjadi pusat berkumpul keluarga kami. Si tukang kunci sampai-sampai membayangkan anak kami nanti duduk di bawah sambil menggambar, sedangkan kami santai sambil menonton TV 🙂 . Ruang keluarga kami nanti akan dilengkapi LCD TV yang besar dengan sound yang bagus agar kami sekeluarga dapat menonton film favorit atau menyanyi karaoke bersama. Ruang keluarga benar-benar akan menjadi tempat paling favorit di keluarga kami 🙂 .

Ruang makan kami sederhana, meja dan kursi makannya terbuat dari kayu. Ruang makan kami letakkan di bagian pojok dalam rumah dengan jendela dan pintu yang mengahadap ke halaman belakang agar udara dapat keluar masuk dengan bebas. Selain itu kami juga bisa makan sambil melihat pemandangan halaman belakang rumah. Saya memang belum begitu pintar memasak, tapi di tempat inilah nantinya saya akan memberikan makanan yang terbaik dan terlezat untuk keluarga saya 🙂 .

Seperti sudah saya bilang sebelumnya di atas, saat ini saya memang belum begitu pandai memasak. Tetapi dari dapur ini saya akan belajar banyak masakan yang enak 🙂 . Desain dipilih simpel kontemporer agar saya nanti tidak bosan untuk berada di dapur.

Kami ingin memiliki sebuah kolam renang di belakang rumah. Tidak perlu terlalu besar, cukup dengan desain simpel dan minimalis dengan kedalaman yang diatur untuk dewasa dan ada sebagian untuk kedalaman anak-anak. Keberadaan kolam renang selain menjadi fasilitas untuk menjalani hobi berenang saya – karena si tukang kunci melarang saya untuk berenang di kolam renang umum -__-” – tetapi juga akan membuat rumah kami menjadi terasa lebih dingin.

Selain terdapat kolam renang, kami juga ingin meletakkan musholla di teras belakang lengkap dengan tempat wudhu. Teras bagian belakang rumah nantinya akan kami pasangi lantai kayu. Di bagian samping kiri teras belakang akan kami gunakan untuk meletakkan alat-alat gym untuk si tukang kunci yang memang hobi olahraga itu. Selain itu, halaman belakang rumah di dekat kolam renang akan kami letakkan sebuah gazebo lengkap dengan tungku pemanas, fungsinya adalah untuk tempat berkumpul bersama keluarga sambil memandang langit – hehe :p – Sedangkan untuk lantai dua, kami sepakat untuk menggunakannya sebagai markas istirahat. Lantai dua akan berisi kamar tidur utama sebagai kamar tidur kami, kamar tidur anak, ruang kerja si tukang kunci dan ruang baca keluarga. Si tukang kunci sangat mementingkan privasi, sehingga lantai dua ini akan menjadi tempat menjadi dunia kami 🙂 .

Waktu saya menawarkan beberapa gambar desain kamar tidur pada si tukang kunci, tanpa sengaja kami berdua langsung menyebutkan pilihan yang sama secara bersamaan. Yapp, kamar tidur ini 🙂 . Perbedaan selera tentang konsep rumah kami berdua disatukan oleh pilihan ini. Si tukang kunci yang klasik dan saya yang simpel dan menyukai jendela-jendela besar dengan balkon yang menghadap ke luar rumah. Saya juga suka dengan tempat tidur yang kasurnya besar dan tebal. Rasanya akan sangat nyaman tidur di atasnya. Tempat yang paling nyaman untuk melepas lelah sehabis bekerja untuk si tukang kunci. Si tukang kunci tidak menginginkan TV di dalam kamar tidur, alasannya karena TV di dalam kamar tidur akan mengurangi kesempatan kami untuk berkomunikasi dan berbagi. Yaa.. Saya sepakat dengan pendapat itu 🙂 .

Si tukang kunci ingin punya dua anak saja katanya, perempuan dan laki-laki. Sedangkan saya malah ingin tiga :p (Aminn..) . Jadi kami juga berkhayal untuk mendesain kamar tidur untuk anak-anak kami nanti. Kamar tidur anak perempuan kami berwarna pink. Sebenarnya saya juga bingung, kenapa harus warna pink ? Si tukang kunci malah cuma senyum-senyum nggak tahu alasannya juga -_-“. Tapi saya rasa tidak masalah dengan warna pink pada gambar di atas. Kata tukang kunci “Seprei-nya kan bisa diganti warna laen yank..”. Oke oke.. alasan bisa diterima. Yang penting konsep kamar tidur untuk anak perempuannya dapat -_-” .

Kamar tidur untuk anak laki-laki kami juga konsepnya simpel. Tidak perlu terlalu banyak pernik seperti pada kamar anak perempuan. Yang sama hanya tempat untuk menyimpan mainan mereka dan meja belajar saja sudah cukup. Tempat ini juga akan menjadi tempat favorit jagoan kecil kami 🙂

Akhirnya, ini adalah sebagian kecil dari mimpi kami. Memiliki rumah yang nantinya akan menjadi tempat kami membangun keluarga yang sakinah – Aminn…. :)- Masih banyak mimpi-mimpi kami berdua yang belum sempat dipublikasikan :p, apa pun itu, semoga mimpi, cita, dan harapan kami cepat terwujud. Amiinnn… 🙂

pipit Fitria Nugraha Aini piet
5:53
 
pipit Fitria Nugraha Aini piet
pipit Fitria Nugraha Aini piet
Subscribe RSSpipit Fitria Nugraha Aini piet
 
pipit Fitria Nugraha Aini piet
profile
Profile
Nama : Pipit
TTL : Malang, 13 Juni 1988
Alamat : Jl. Cakalang 161 C Malang, Indonesia - 65126
Web Site : http://pipit.org
e-mail : mail@pipit.org
Married to : Fauzi Alfa Alfi
pipit Fitria Nugraha Aini piet
Copyright © 2010 pipit. In collaboration with fauzi
Powered by